
Review: “Disclosure Day” Sajikan Sci-Fi Klasik Mendebarkan a la Spielberg
“Disclosure Day” adalah judul yang menyaksikan kembalinya sutradara kawakan Steven Spielberg di layar lebar. Menyandingkan Emily Blunt dan Josh O’Connor, film ini merupakan pemuas dahaga bagi kamu yang doyan film sains fiksi bertemakan UFO dan alien. Sutradara pembuat film sci-fi legendaris “E.T.” tersebut meracik formula sains fiksi blockbuster yang mudah dicerna dan cukup menegangkan.
Film ini bercerita tentang Wardex, sebuah korporasi swasta di Amerika Serikat yang mengalami kebocoran data akibat pengkhianatan beberapa pegawainya. Salah satu pembelot itu adalah Daniel Kellner (Josh O’Connor), pegawai departemen IT yang banyak menyimpan rahasia perusahaan. Ia kabur dengan membawa seperangkat bukti rahasia yang selama ini dipendam oleh Wardex yang bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS. Daniel yang merupakan seorang jenius di bidang teknologi, hanya menjalankan instruksi dari atasannya bernama Hugo (Colman Domingo). Namun semakin ia terlibat, semakin ia memikul tanggung jawab berat yang menentukan arah hidup umat manusia di bumi.

Di belahan daerah lain yakni Kansas City, seorang pembawa berita cuaca Margaret Fairchild (Emily Blunt) terus berupaya meniti karirnya sebagai reporter berita populer. Hingga suatu pagi, kejadian tidak terduga menimpanya. Ia tiba-tiba bisa berbicara dalam berbagai bahasa dan memiliki kemampuan super untuk melihat hidup seseorang lewat tatapan mata. Kemampuan yang datang tiba-tiba ini membuatnya sangat takut dan justru menjadikannya sasaran Wardex.
Kedua kejadian yang seakan terpisah tersebut memiliki benang merah yang menjadi inti cerita dari film berdurasi 2 jam 25 menit ini. Adegan kejar-kejaran, trauma masa kecil, hingga pertanyaan tentang esensi hidup manusia dileburkan dalam film ini tanpa menjadi terlalu berat. Beberapa adegan menurut kami sebetulnya tidak perlu dimasukkan untuk menghindari beberapa bagian cerita melebar terlalu banyak. Sinematografi dan efek suara bukan kekuatan utama dari film ini, melainkan efek visual, koreografi stuntman, hingga akting para pemerannya.
Bisa dibilang film “Disclosure Day” sedikit terlalu Amerika Serikat-sentris, apalagi topik utamanya adalah tentang seluruh umat manusia yang berhadapan dengan entitas luar angkasa. Meskipun sedikit klise dan alurnya bisa diprediksi, “Disclosure Day” menghindari branding ‘Amerika banget’ dengan tidak menjadikan dua tokoh utamanya seolah menjadi penyelamat umat manusia atau pengidap savior complex. Di akhir hari, yang mereka lakukan hanya mengikuti hati nurani dan tidak melakukan penyelamatan berlebihan layaknya film superhero pada umumnya.
Buat kamu yang mencari film sains fiksi ‘berat’ a la “Blade Runner”, “Arrival”, “Ad Astra” atau “Interstellar”, maka “Disclosure Day” bukan film buatmu. Tapi kalau kamu mencari tontonan sains fiksi ringan yang seru dan mudah dicerna seperti “War of The World”, “E.T.” atau franchise “Star Wars”, maka kami merekomendasikan film rilisan Universal Pictures ini. Tonton “Disclosure Day” di bioskop terdekat di kotamu!
♥ Rating: 3.5/5
Penulis: Novita Widia/Dokumentasi: Universal Pictures via Movie Database