
3 Karya Inovatif & Reflektif Menangkan Surabaya Art Prize 2026
[SURABAYA] Surabaya Art Prize 2026 merupakan sebuah ajang penghargaan seni rupa yang digagas oleh Orasis Art Space, Surabaya. Lewat gelaran yang terbarunya, ajang ini menyaring puluhan karya seni yang telah mengikuti berbagai lapisan kurasi hingga akhirnya terpilih 3 karya utama. Sejak dibuka pendaftarannya di bulan Maret, ratusan seniman dari berbagai daerah mengirimkan berbagai ide, kreasi, dan gagasan mereka yang diungkapkan lewat media seni baik 2 dimensi ataupun 3 dimensi.
Lewat program ini, Surabaya Art Prize mendorong seniman untuk berpikir kritis terhadap gagasan, medium, serta relasi antara karya dan ruang publik. Di tengah pesatnya perkembangan citra visual, program ini juga menekankan pentingnya kehadiran material, ketepatan pengambilan keputusan artistik, serta pengalaman estetis yang nyata.
Seleksi ratusan karya hingga menjadi 30 karya, dan akhirnya mengerucut menjadi 3 karya utama (Official Selection) dipilih oleh 3 juri (Board of Nominators) yakni; Asmudjo J.Irianto (Seniman, Kurator & Direktur Artistik ARTSUB), Deby Prima Dewi (Direktur Pelaksana Orasis Art Space) serta Jongsuwat Angsuvarnsiri (Pendiri SAC Gallery, Bangkok). Pemenang dengan karya yang terpilih antara lain Vicky Saputra dengan judul “Orbit”; Ridho Schoot dengan judul “Ambang No 5 .( Jangan berkedip ! )”; serta Zeta Ranniry dengan tajuk “Though Life is Heavy, We Must Stay Afloat”.
Ketiganya mengangkat tema berbeda dengan pendekatan seni yang berbeda sehingga menghasilkan tiga karya yang berciri khas kuat. Medium yang digunakan pun bermacam-macam mulai dari media kontemporer seperti LED board, kayu, kanvas, resin hingga media alami yakni sinar matahari.
Total hadiah untuk kategori Official Selection dalam kompetisi Surabaya Art Prize 2026 bernilai 90.000.000 rupiah. Masing-masing 3 Official Selection mendapatkan uang tunai sebesar 30.000.000 dan berkesempatan berpameran grup di Orasis Art Space diluar program Surabaya Art Prize dan salah satunya akan berkesempatan mengikuti residensi di SAC Gallery, Bangkok.
Selain official selection, ada juga penghargaan untuk para pelaku seni yakni Lifetime Achievement Awards. Para juri memilih beberapa nama yang dirasa banyak berkontribusi terhadap dunia seni baik di daerah mereka ataupun secara luas. Masing-masing penerima akan memperoleh apresiasi berupa uang tunai sebesar Rp10.000.000, dengan total keseluruhan penghargaan mencapai Rp40.000.000. Para seniman penerima Lifetime Achievement Award adalah hasil dari penelusuran dan pertimbangan dari Board of Nominators, yaitu tim ahli yang memiliki pemahaman mendalam terhadap perkembangan seni rupa di Surabaya dan sekitarnya. Di antaranya:
1. Dadang Rukmana (Pendiri Mini Art Malang).
2. Elizabeth (Pendiri dan Pemilik Orasis Art Space).
3. Heti Yunani Palestina (Junalis, Penulis, dan Editor).
4. Rina Wahyuni (Pamong Budaya Ahli Muda/Ketua Tim Kerja Pengembangan Seni dan Budaya
Disbudporapar Surabaya).
5. Wicaksono Adi (Penulis & Kurator).
Walaupun telah diumumkan pada tanggal 8 Mei 2026 kemarin, para penikmat seni di Surabaya dan sekitarnya masih bisa menikmati pameran karya 3 pemenang utama dan total 30 karya pilihan Surabaya Art Prize 2026 dari tanggal 8 – 31 Mei 2026 di Orasis Art Space, Surabaya. Akses masuk ke pameran ini bisa kamu simak lebih lanjut di situs resmi Orasis atau lewat media sosial mereka di @orasisartspace.
Dokumentasi: Orasis Art Space/Editor: Novita Widia