Christopher Nolan Pukau Penonton dengan Interpretasi "The Odyssey"
Matt Damon sebagi Odysseus
REVIEW: Christopher Nolan Pukau Penonton dengan Interpretasi Visual “The Odyssey”

The Odyssey merupakan proyek ambisius dari sutradara Christopher Nolan sejak memenangkan Academy Awards untuk film “Oppenheimer”. Sejak penghargaan prestisius itu, banyak penggemar atau kritikus film menantikan judul film apa yang akan dibuat oleh sutradara trilogi Batman The Dark Knight tersebut. Satu per satu nama aktor dan aktris kelas A Hollywood diumumkan akan berperan di film “The Odyssey” hingga mencapai puluhan nama. Matt Damon, Anne Hathaway, dan Tom Holland didapuk menjadi 3 bintang utama di film berdurasi 2 jam 52 menit tersebut.

Bagi penggemar kisah mitologi Yunani kuno, “The Oddysey” bukanlah judul yang asing. Kisah ini menceritakan nasib dari Odysseus, raja dari negara Ithaca yang hilang semenjak memenangkan perang Troya yang legendaris. Dua puluh tahun berselang dengan tidak adanya pemimpin tertinggi yang tidak diketahui keberadaannya, Ithaca digegerkan dengan para pelamar yang menyerbu kastil untuk menikahi Ratu Penelope dengan tujuan menguasai kerajaan ini.

Christopher Nolan Pukau Penonton dengan Interpretasi "The Odyssey"
Anne Hathaway sebagai Ratu Penolope dari Kerjaan Ithaca didampingi oleh Mia Goth berperan sebagai pelayan ratu

Hukum Zeus yang mewajibkan kastil untuk selalu menjamu para tamu, justru membuat kondisi keuangan kerajaan makin terkuras. Telemachus, putra mahkota dari Ithaca berada dalam posisi terpojok antara harus menerima pinangan laki-laki licik agar kondisi negaranya kembali stabil, atau mencari Odysseus sendiri untuk memastikan nasib sang raja.

Christopher Nolan mengawali film dengan dua scene di timeline yang sama yakni Odysseus yang berada di sebuah pulau antah berantah, dan Ithaca yang sedang kacau balau. Dari dua scene awal ini, Nolan menginterpretasikan kisah epik yang ditulis oleh sastrawan Yunani bernama Homer dengan alur maju dan mundur sekaligus. Kepingan-kepingan kejadian yang saling berhubungan diceritakan dengan scoring menegangkan sehingga penonton dibawa masuk ke dunia fantasi Yunani kuno dengan monster menyeramkan.

Christopher Nolan Pukau Penonton dengan Interpretasi "The Odyssey"
Tom Holland sebagai Telemachus

Musisi Ludwig Göransson berhasil membangun ambience yang suram, megah, dan mistis untuk film “The Odyssey”. Sebagai komposer, ia ditantang oleh Nolan untuk membangun atmosfir kuno yang megah tanpa alat musik orkestra modern dan menggunakan alat musik Yunani kuno sesuai deskripsi literatur yang ada sebagaimana kami lansir dari Variety.com. Film ini banyak terbantu oleh scoring gubahan Göransson walaupun secara efek visual, beberapa monster mitologi nampak kurang realistis/sempurna.

Tokoh pendukung dari “The Odyssey” yang diisi oleh nama aktor dan aktris besar seperti Zendaya, Robert Pattinson, Lupita Nyong’o, Elliot Page, Jon Bernthal, Mia Goth, dan masih banyak lagi semakin menyemarakkan interpretasi visual dari Nolan akan kisah yang sudah berusia ratusan tahun ini. Apresiasi besar patut kami sematkan pada Robert Pattinson yang memerankan tokoh antagonis Antinous, yang berhasil membuat amarah penonton ikut tersulut lewat tingkah tengil dan menyebalkan yang ia perankan.

Di tangan dingin Christopher Nolan, kisah epik Yunani yang bisa jadi sulit divisualisasikan lewat sinematografi modern, terasa mudah dicerna oleh penonton yang bahkan belum pernah mendengar kisah aslinya. Memang beberapa pemerang pendukung dengan dialog minimal tidak memerlukan aktor atau aktris kaliber atas, namun dengan budget melimpah dari Universal Studios, sineas mana yang tidak mau bekerja dengan aktor dan aktris terbaik di kelasnya? Secara keseluruhan film ini adalah sajian mendebarkan yang memanjakan para sinefil. Sepertinya di musim penghargaan tahun depan, Nolan akan menyabet beberapa kategori. Kira-kira apa aja yah? Yuk nonton “The Odyssey” di bioskop terdekat di kotamu.

Dokumentasi: Universal Studios/Movies Database