Pucuk Coolinary Festival 2018 Malang ReportPuluhan Ribu Pengunjung Serbu Pucuk Coolinary Festival 2018 di Malang!

MALANG (1/8) – Dua hari penyelenggaraan Pucuk Coolinary Festival 2018 yang dipersembahkan oleh Teh Pucuk Harum berhasil menarik animo puluhan ribu pengunjung dan pecinta kuliner di kota Malang. Menyajikan 100 lebih tenant, para pengunjung dimanjakan dengan 3 zona kuliner berbeda yakni Zona Manis, Zona Gurih, dan Zona Pedas. Zona Manis dipadati oleh para penjual kue, dessert, es krim, serta oleh-oleh khas kota Malang yang bercita rasa manis. Di zona ini, para tenant yang bisa ditemukan antara lain Koono Gelato, BVGIL Gelato, Bakpao Sayang, Malang Strudel, Oh My Gethuk, Surabi Gendut, Kembang Gula H. Yusuf dan masih banyak lagi. Kami banyak menemukan keluarga serta rombongan anak muda saling mencicipi panganan yang mereka beli di zona ini. Bergerak menuju zona berikutnya, terdapat panggung utama di mana banyak diadakan kuis interaktif serta penampilan menarik dari berbagai pengisi acara seperti DJ, band, content creator dan lain-lain.

Pucuk Coolinary Festival 2018 Malang ReportDi antara zona manis dan gurih terdapat stand pembagian 10.000 tusuk bakso bakar yang bekerja sama dengan Bakso President. Hingga larut malam, porsi 5.000 bakso yang disediakan oleh panitia masih ada dan cukup untuk dibagikan ke para pengunjung yang hadir. Bakso bakar ini bisa dinikmati sambil berjalan-jalan ke seluruh area karena disajikan dalam bentuk tusukan. Zona Gurih adalah zona terpadat menurut pantauan kami dan diisi oleh tenant-tenant yang menyajikan snack serta menu utama bercita rasa gurih. Sebagai kota yang dikenal sebagai kota bakso, ada beberapa tenant yang menyajikan berbagai varian bakso di zona ini seperti Bakso Gulung Andromeda, Bakso Jawa Pak Pon, dan Bakso Nawak. Hampir semua tenant dipadati oleh pengunjung, dan beberapa tenant diwarnai oleh panjangnya antrian. Burger Shot yang menyediakan sandwich serta burger tidak pernah tampak sepi dalam 2 hari penyelenggaraan.

Pucuk Coolinary Festival 2018 Malang ReportDi zona pedas, banyak ditemukan tenant-tenant yang siap membakar lidahmu antara lain Kober Mie Setan, Ayam Geprek Masfa, Ayam Bawang Cak Per, Menthok Pedes Bu Ani, Ceker Setan dan masih banyak lagi. Di zona ini pula terdapat panggung kecil di mana para pengunjung bisa mengikuti Spicy King Noodle contest di mana mereka diharuskan melahap beberapa porsi mie pedas dalam waktu tertentu dari Kober Mie Setan dengan level yang makin meningkat di tiap tahapannya. Ekspresi kepedasan seperti berkeringat, menangis hingga beringus menyajikan kelucuan tersendiri bagi yang melihat. Ditambah MC yang kocak, kontes makan satu ini menjadi magnet tersendiri dari seluruh gelaran acara. Di masing-masing pergantian zona, terdapat booth Teh Pucuk Harum yang menyajikan pelega kehausan serta pereda kepedasan dengan dua varian teh siap minum yang yakni Teh Pucuk Harum reguler dan Teh Pucuk Harum Less Sugar.

Pucuk Coolinary Festival 2018 Malang Report
Spicy Noodle King Contest

Pucuk Coolinary Festival 2018 berhasil membuktikan antusiasme warga Malang yang sangat tinggi terhadap UMKM kuliner di kota mereka. Kreativitas dan kebanggan warga kota ini terhadap kuliner andalan mereka seakan benar-benar tercurahkan di acara tersebut. Panitia juga sepertinya melakukan riset yang cukup baik dalam memilih tenant, karena diisi gabungan antara penjaja makanan yang menyediakan penganan tradisional dan kekinian. Pengunjung juga tidak cepat bosan karena banyak konten menarik yang hadir seperti Lucky Draw yang menjanjikan pemenang untuk mendapatkan hadiah sebuah sepeda motor Yamaha NMAX. Keseruan kegiatan ini sepertinya bisa berlanjut di tahun berikutnya dan akan menjadi lebih baik apabila fasilitas tempat sampah diperbanyak di semua area. Overall, Pucuk Coolinary Festival 2018 sangat memuaskan dan menjadi surga bagi foodies untuk menemukan rasa favorit masing-masing!Pucuk Coolinary Festival 2018 Malang Report

Pucuk Coolinary Festival 2018 Malang Report
10.000 tusuk Bakso Bakar Gratis

Pucuk Coolinary Festival 2018 Malang Report

Penulis: Novita Widia/Dokumentasi: Tim The Display

Write A Comment