Gegap Gempita Cherrypop 2025 Riuhkan Yogyakarta!
Sudut-sudut Yogyakarta ramai memperbincangkan Cherrypop 2025, gelaran yang dibesut oleh Swasembada Kreasi yang telah memasuki edisi ke-4. Fase pertama hingga kedua line-up disambut meriah dan berbagai perayaan pra-acara digelar menyambut festival musik dan seni yang diadakan selama 2 hari dari tanggal 9 – 10 Agustus 2025 di Lapangan Panahan Kenari Yogyakarta. Terhitung sebanyak total 28 ribu pengunjung memadati berbagai panggung musik selama dua hari acara.
Sejak Sabtu siang yang terik, para penikmat musik sudah mulai berdatangan ke venue untuk menikmati berbagai penampilan. Dibandingkan tahun lalu, antusiasme penonton terlihat meningkat pesat—terbukti dari panjangnya antrean di pintu masuk. Begitu masuk, pengunjung disambut empat panggung utama: Cherry Stage, Nanaba Stage, Yayapa Stage, dan Chilli Stage. Di antara keempatnya, tersebar pula instalasi seni, booth sastra, serta berbagai stand makanan dan minuman yang menambah semarak suasana.

Hari pertama dimeriahkan oleh penampilan dari The Cottons, The Paps, Ali Radio, Shaggydog, hingga The Adams yang sukses menarik ribuan penonton ke depan Cherry Stage. Sementara itu, panggung Nanaba juga tak kalah seru dengan aksi enerjik dari Barasuara, Perunggu, dan Teenage Death Star. Nama-nama lain seperti Bedchamber, The Sastro, hingga Coldvvave yang akhirnya comeback setelah lama vakum, turut menyemarakkan hari pertama. Meskipun jarak antar panggung cukup berdekatan, penataan suara di hari pertama cukup baik sehingga tidak saling berbenturan. Walau kualitas audio belum maksimal, rundown yang tersusun rapi patut diapresiasi. Setiap panggung mendapat porsi penonton yang seimbang, membuat para musisi tampil maksimal dan mendapat respons hangat. Tak heran booth merchandise serta makanan-minuman pun ramai diserbu pengunjung.

Berlanjut di hari kedua dengan line-up yang semakin banyak, JKT 48, HiVi!, .Feast, hingga FSTVLST x Angkipu berhasil menggemparkan Cherry Stage. Mendatangkan massa yang lebih riuh di hari kedua, Cherrypop 2025 cukup baik memfasilitasi para penonton yang berpindah dari satu panggung ke panggung lain. Namun, rundown di hari kedua terasa kurang seimbang—stage besar seperti Cherry dan Nanaba lebih dipadati, sementara Yayapa dan Chilli Stage terlihat sepi. Kualitas audio per panggung di hari kedua mengalami peningkatan signifikan sehingga lantunan-lantunan lagu di hari terakhir ini lebih merasuk ke sanubari.
Jika di gelaran berikutnya Swasembada Kreasi berhasil memadukan kerapian rundown hari pertama dengan kualitas audio hari kedua, sembari terus meningkatkan ketertiban, kedisiplinan, dan kreativitas festival, Cherrypop berpotensi besar menjadi salah satu kiblat festival musik di tanah Jawa selain DKI Jakarta. Sehat-sehat segenap penyelenggara dan penampil agar jumpa di gelaran berikutnya!
Live Correspondence: Hanif Ardhika
Editor: Novita Widia
Dokumentasi: Official Dokumentasi Cherrypop 2025