Barometronome Edisi Pertama Malang
Head Head
Mengintip Geliat Gig Kolektif Baru di Malang, Barometronome

Kami rasa “everything’s great begins from underground”  adalah frasa yang tepat untuk menggambarkan semangat kolektif muda-mudi Malang, terutama di bidang musik. Kota kecil di Jawa Timur ini tak lelahnya menghasilkan talenta-talenta baru yang tiap tahun makin variatif. Barometronome merupakan salah satu gigs kolektif yang diprakarsai oleh para pemuda Malang Raya bertujuan untuk menjadi tolak ukur regenerasi musisi indie di Malang. Mereka telah mengadakan edisi pertamanya pada tahun 2018 yang diharapkan akan menjadi acara rutin. Tepatnya pada tanggal 28 Januari, gigs ini diadakan di Houtenhand Public House, salah satu spot tujuan band-band indie ketika menggelar tur di Malang dan Mekah bagi penikmat gigs musik rock dan alternatif lokal. Pada edisi perdananya, Barometronome menghadirkan penampilan dari Head Head, Dizzyhead, Young Savages dan Coldiac. Bisa dilihat dari nama-nama ini bahwa musik indie pop dijadikan perhatian utama dari Barometronome kali ini. Head Head, roster paling bontot dari GZZ Records menjadi pembuka dari gigs ini. Menyajikan musik pop berbalut 80’s influence, Head Head yang telah menelurkan satu single yakni “Vivid Reality” tampak cukup canggung. Suatu hal yang bisa dimaklumi mengingat usia band yang belum genap setahun dan kurangnya jam terbang dalam live show.

Barometronome Edisi Pertama Malang
Dizzyhead
Barometronome Edisi Pertama Malang
Young Savages

Dizzyhead yang bernaung di bawah Fallyears Records mengambil alih panggung dengan lagu berirama surf pop mereka dan menyanyikan empat lagu. Di lagu “Molly” yang diambil dari album perdana mereka “Good Ol’ Days“, Dizzyhead menghadirkan gimmick berupa guest drummer yakni Rufa yang biasanya lebih dikenal dengan band rocknya, Remissa. Mereka merampungkan set mereka lalu dilanjutkan dengan penampilan dari band Britpop/indie rock, Young Savages. Young Savages yang merilis album “2000’s Kid” tahun lalu membawakan lagu-lagu dari album tersebut seperti “Highway High”, “Sahara”, “Clown” dan lain-lain. Tampil dengan gayanya yang khas dan slengean, band ini mengajak para penonton untuk menyanyikan lagu mereka yang cukup mudah untuk sing-along. Sebagai band terakhir, Coldiac yang digawangi oleh frontman Sambadha ini sudah tidak perlu diragukan lagi dalam urusan live performance. Mereka tampil prima membawakan lagu “That Was You”, “Spend The Night” ataupun “Heartbreaker”. Sebagai edisi awal, Barometronome mungkin masih jauh dari sempurna, namun adanya gigs ini membuktikan denyut nadi musik independen di Malang masih ada dan they are here to stay. Simak band-band yang telah tampil di acara ini dan temukan musisi baru favoritmu!

Barometronome Edisi Pertama Malang
Coldiac

Write A Comment