Pembukaan FFD 2017Pemutaran “5 Pulau/5 Desa” Membuka Gelaran Festival Film Dokumenter (FFD) 2017!

Festival Film Dokumenter (FFD) 2017 telah memulai agendanya dari tanggal 9 – 15 Desember 2017 di tiga tempat berbeda di sekitar Yogyakarta. Setelah melakukan pemutaran film dokumenter bertajuk “The Village’s Bid of UFO” di Taman Budaya Yogyakarta pada Sabtu, 9 Desember 2017, festival tahunan ini melanjutkan agendanya dengan program khusus yang berkolaborasi dengan Goethe Insitut yakni “5 Pulau/5 Desa”. Program ini dicetuskan oleh Dr. Heinrich Blömeke dari Goethe Institut bersama Pepe Danquart dari Universitas Seni Hamburg (Hoschule für Bildendende Künste Hamburg disingkat HFBK Hamburg). Program ini bertujuan untuk menghadirkan peristiwa-peristiwa di beberapa wilayah yang memberikan pengetahuan untuk mempengaruhi perspektif penontonnya. Film dokumenter ini menyajikan perspektif orang Indonesia dalam melihat desa-desa di Jerman, dan bagaimana orang Jerman melihat pulau-pulau di Indonesia. Dari Februari hingga Maret 2016, lima orang mahasiswa HFBK Hamburg, berada di lima pulau di Indonesia untuk merekam kehidupan masyarakat wilayah tersebut. Sedangkan, 5 pembuat film Indonesia yang dipilih Goethe Institut, HFBK Hamburg dan Indocs pada Mei 2017, bertugas untuk mengekspos 5 desa di Jerman selama tiga minggu.

Dalam waktu yang cukup singkat untuk melakukan eksplorasi, para sineas dari masing-masing negara merekam peristiwa dan interaksi yang tidak terekspos oleh media massa arus utama. Mereka harus menentukan sudut pandang yang ingin dibangun, menentukan topik, dan merancang desain produksi untuk nantinya dirangkum dalam film dokumenter yang akan ditampilkan di dua negara tersebut. Pada hari Minggu, 10 Desember 2017 pukul 19.00 di gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, pemutaran dan diskusi perdana dari program “5 Pulau/5 Desa” digelar dalam Festival Film Dokumenter (FFD) yang bertemakan Post-Truth. Sineas muda Indonesia dalam film “5 Desa” membahas tentang berbagai macam topik yang mereka temukan di Jerman. Sineas tersebut antara lain Andrianus Oetje Merdhi dengan film soal kegelisahan seorang kepada desa di Sumte, Neidersachsen; Bani Nasution dengan peristiwa yang dianggapnya aneh di Leidingen, Saarland; Wahyu Utami Wati yang membawa temuannya ketika mengikuti kehidupan nelayan di Pellworm; dan Tunggul Banjaransari yang merekam kebahagiaan di masa lampau dari penduduk Welzow. Selanjutnya, pada hari ini, pemutaran film “5 Pulau” akan dilakukan di tempat yang sama dan dilanjutkan dengan diskusi tentang program ini di Auditorium IFI-LIP Yogyakarta. Program-program FFD 2017 selengkapnya bisa dilihat di website dan nantikan banyak program menarik lainnya.

Write A Comment