Review: Isle of Dogs Hadirkan Kombinasi Visual dan Plot Apik ala Wes Anderson
Setelah merilis proyek terakhirnya “The Grand Budapest Hotel” yang mendapat banyak pengakuan dari para kritik maupun penikmat film, karya selanjutnya dari Wes Anderson dihadapkan pada ekspektasi yang cukup tinggi. Sutradara ini mengumumkan proyek terbarunya yakni film animasi stop-motion tahun 2017 dan di awal tahun 2018 lalu dirilislah “Isle of Dogs”. Animasi stop motion bukanlah hal baru bagi Wes yang telah menerapkan teknik yang sama di film “Fantastic Mr. Fox”. “Isle of Dogs” mengambil setting pada sebuah dystopian future alias masa depan di Jepang, lebih tepatnya di kota Megasaki. Merebak suatu virus misterius yang mengancam nyawa manusia dan salah satu agen penyebarannya adalah anjing peliharaan. Mayor Kobayashi (Kunichi Nomura) sebagai walikota menginstruksikan seluruh anjing peliharaan untung dibuang ke sebuah pulau terpencil bernama Trash Island. Seorang anak laki-laki bernama Atari (Koyu Rankin) yang merupakan anak asuh sang walikota sangat sedih ketika anjing tersayangnya, Spot (Liev Schreiber) harus ikut dibuang. Ia berniat untuk menyelamatkan Spot dari Trash Island dan membawanya pulang.
Deretan pengisi suara terdiri dari para Hollywood A-listers seperti Bryan Cranston, Edward Norton, Bill Murray, Jeff Goldblum, Greta Gerwig, Frances McDormand, Scarlett Jo, Tilda Swinton, F Murray Abraham hingga Yoko Ono. Film ini memang tidak dirilis secara luas di jaringan bioskop Indonesia, namun mulai tanggal 26 Juni 2018, “Isle of Dogs” bisa didapatkan melalui kanal digital seperti Google Play Movies, Amazon, serta iTunes. Versi BluRay dari film ini akan dirilis pada tanggal 17 Juli. Simak dulu trailernya di bawah ini.
Reviewer: Bonifasius Eiji/Editor: Novita Widia