Review: Teror Cerita Rakyat Irlandia yang Menegangkan Hadir di “Hokum”
“Hokum” merupakan salah satu judul film horor psikologis yang dibawa oleh distributor NEON ke berbagai layar lebar dunia tahun ini. Damian McCarthy menyutradarai film ini yang mengambil latar belakang yang sama dengan dirinya yakni Irlandia. Sineas yang telah sukses meneror para penonton dengan film horor “Caveat” dan “Oddity” ini dihadapkan pada ekspektasi besar untuk membuat sajian horor yang lebih atau tidak kalah menakutkan dari dua judul sebelumnya. “Hokum” dibintangi oleh Adam Scott sebagai Ohm Bauman, seorang penulis Amerika Serikat yang memendam trauma masa kecil yang menghantuinya hingga dewasa.
Di tengah tuntutan untuk menyelesaikan serial novel yang ia tulis, ia memutuskan untuk mengurung diri di sebuah hotel di kota terpencil di Irlandia. Anehnya, hotel tersebut menyimpan misteri yang justru membolak-balikkan sisi psikologis seorang Ohm Bauman hingga ia harus menghadapi trauma terbesarnya. Sebuah kamar bulan madu (honeymoon suite) di hotel tersebut telah terkunci bertahun-tahun dan legenda rakyat menyebutkan ada seorang penyihir wanita yang terkurung di kamar tersebut. Teror dimulai dengan konflik batin dan depresi yang terus melanda sang tokoh utama hingga hilangnya orang di hotel tersebut.
Damian McCarthy mampu menyajikan teror mencekam dengan jumpscare-jumpscare yang tidak terduga. Riasan prostetik serta outfit dari para hantu di film “Hokum” terlihat mengerikan dan patut diberi apresiasi. Meskipun tidak menyinggung legenda Irlandia secara utuh dan mendalam karena dilihat dari perspektif tokoh utama yang merupakan pendatang dari Amerika Serikat, penonton cukup diperlihatkan bahwa masyarakat setempat masih banyak yang percaya dengan tahayul dan cerita rakyat. Kecintaan Damian McCarthy terhadap benda-benda antik juga kembali ditampilkan di “Hokum” lewat beberapa ornamen-ornamen pelengkap, namun perannya tidak semenonjol barang antik yang ada di film “Oddity”.
Secara umum, “Hokum” merupakan film horor yang menegangkan dan seru namun masih mudah dicerna oleh penonton. Beberapa easter egg yang melambangkan setan atau pemujaan berhala bisa kamu temukan di sepanjang film dan menjadi poin menarik ketika menonton. Beberapa kekurangan film ini terletak di penyatuan benang merah antara trauma Ohm dengan latar belakang Irlandia yang di beberapa aspek terasa canggung dan memaksa. Terlepas dari hal tersebut, Adam Scott berhasil menampilkan stereotip orang Amerika yang sombong dengan sangat baik hingga kami ikut kesal melihat aktingnya.
“Hokum” telah tayang di jaringan bioskop Indonesia seperti XXI, Cinepolis, CGV dan masih banyak lagi.
Dokumentasi: Movie Database/Penulis: Novita Widia