Review: “Mara”, Film Horor Terjelek Yang Kami Saksikan di 2018
Film horor berjudul “Mara” benar-benar membuat kami ‘marah’ seusai menontonnya. Bukan karena ceritanya yang menegangkan atau menguras emosi, sumber kemarahan kami justru berasal dari eksekusi film yang berantakan serta plot yang sungguh mudah ditebak. Film besutan Clive Togen ini bercerita tentang sosok makhluk halus bernama “Mara” (Javier Botet) yang menghantui orang-orang yang sedang mengalami ‘sleep paralysis’ alias tindihan dalam istilah Indonesia. Sepasang suami istri harus menjadi korban pertama dari Mara ketika si suami mati di dalam tidurnya. Sang istri yang dituduh sebagai pembunuh harus menghabiskan sisa hidupanya di rumah sakit jiwa yang menyebabkan trauma serta rasa bersalah dari anaknya. Seorang psikolog yang memberikan terapi bagi anaknya ini kemudian menjadi heroine di plot ini dan mencoba menyelematkan sang anak dari incaran Mara yang muncul ketika seseorang merasa bersalah. Pertama-tama, tokoh pahlawan di film ini sungguh klise dan segala tindakan serta ketelodarannya mudah ditebak. Kedua, sosok dari Mara ini sendiri justru menimbulkan tawa daripada ketakutan karena cara berjalannya yang cukup aneh namun komikal di saat bersamaan.