“PUNAR” Tandai Babak Baru Parade Hujan, Siap Gelar Tur Jatim

Album PUNAR Tandai Babak Baru Parade Hujan, Siap Gelar Tur Jawa Timur

[MALANG] Parade Hujan sambut pertengahan tahun 2026 dengan melahirkan sebuah album perdana bertajuk “PUNAR”. Proyek rujuk antara Pusakata dan Payung Teduh tersebut merampungkan 8 lagu yang menandai siklus kehidupan yang berulang. Maka dari itu, apabila diperhatikan dengan seksama terdapat simbol ‘infinity’ atau ‘∞’ yang bisa kamu temukan dalam cover album band yang digawangi oleh Mohammad Istiqamah Djamad (mas is – guitar vocal), Alejandro Saksakame (cito – drum) dan Ivan Penwyn Panjaitan (Ivan – guitalele) tersebut.

Menyambut perilisan album baru, Parade Hujan mengadakan tur Jawa Timur yang diawali dengan pemberhentian perdana di Kota Malang. The Display berkesempatan hadir dan meliput gelaran ini yang terlaksana di FBN Artisantz, Sawojajar. Berkapasitas sedang, venue tersebut memberikan nuansa intim yang memang menjadi tujuan dari Parade Hujan untuk memperkenalkan karya baru mereka sekaligus nostalgia dengan karya-karya terdahulu yang lebih familiar di telinga pendengar.

Sesi meet & greet mengawali tur PUNAR di Malang yang dihadiri ketiga personel seusai sound check. Awak media dan para penggemar yang tergabung sebagai ‘Penerjang Hujan’ diberi waktu untuk memberikan beberapa pertanyaan kepada ketiga personel Parade Hujan. Lewat suasana santai yang diselingi gurauan, Ivan Penwyn mengungkapkan bahwa album “PUNAR” tidak memiliki ambisi untuk membuktikan sesuatu. Kecintaan mereka pada musik lah yang menyatukan mereka kembali dengan materi-materi yang digarap semenjak hilal rujuk mereka mencuat di Synchronize Fest 2022.

Mas Is, panggilan akrab dari sang vokalis/gitaris kemudian menimpali, “Sesuai yang dibilang Ivan memang di PUNAR ini kami nggak pengen ada ambisi tertentu. DNA dari Parade Hujan sendiri ya sama aja seperti Payung Teduh karena orang-orangnya juga masih tetap sama.” Apresiasi dan pujian tinggi disematkan oleh Parade Hujan pada kolaborator yang terlibat di album ini seperti Monita Tahalea dan Adrian Yunan. Setelahnya, mereka menyempatkan diri berfoto bersama dan menandatangani rilisan fisik dan merchandise yang disodorkan oleh para penerjang hujan.

Meet & greet Parade Hujan dengan awak media dan penerjang hujan

Beberapa penampil pembuka memanaskan panggung terbuka malam itu seperti Guitarisick, Kos Atos, Svasanada, hingga Burgerdidle Drumline. Pada pukul 8 malam lewat, trio tersebut naik ke atas panggung ditemani additional player di terompet, keyboard, dan bass. Parade Hujan langsung menggebrak set dengan track nostalgia saat mereka masih bernama Payung Teduh. Banyak penonton memilih untuk duduk dan menikmati musik dengan santai sekaligus menikmati kudapan dan minuman yang dibeli di FBN Artizants.

Mas Is mengungkapkan alasan Malang dipilih sebagai kota pembuka, karena kota ini menjadi salah satu basis pendengar tertinggi bagi Parade Hujan. Tiap sebelum lagu dimulai, ia tidak lupa menceritakan sedikit informasi trivia tentang lagu tersebut. Sang musisi yang konsisten berambut gondrong tersebut juga menyelipkan komitmen Parade Hujan untuk tetap menyuarakan hak-hak rakyat di tengah situasi sosial politik dalam negeri yang kurang mendukung. Sekitar 13 lagu disuguhkan malam itu dan ditutup dengan manis oleh “Resah”.

Parade Hujan masih tetap membawa semangat dan nuansa yang sama seperti identitas lamanya. Melalui album ini, mereka juga semakin mengeksplorasi sound dengan memasukkan elemen distorsi gitar yang memberi kesan lebih renyah. Interaksi mereka dengan para fans juga masih tetap hangat, sederhana, dan dekat. Parade Hujan telah menghadapi badai, mereka telah merasakan titik terendah, dan sekarang mereka kembali sebagai musisi, teman, dan rekan yang siap memberikan musik dan karya terbaik mereka kepada penonton.

Suasana penonton di gelaran tur PUNAR di Malang

Setelah pemberhentian perdana di Malang, tur PUNAR akan mampir di kota-kota Jawa Timur lain seperti Bojonegoro, Kediri, Lamongan, Mojokerto, dan Surabaya. Berlangsung hingga 6 Agustus, tur PUNAR akan berhenti sejenak kemudian dilanjutkan dengan chapter Jawa Tengah di bulan September. Sebelum Parade Hujan mampir di kotamu, album PUNAR sudah bisa dinikmati di berbagai layanan streaming digital.

Reporter: Novita Widia/Dokumentasi: The Display

Related Post