Belum Bosan dengan Umar Haen? Album Perdananya “Gumam Sepertiga Malam” Akan Dirilis Pekan Ini
Apabila para sarjana baru berbondong-bondong mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di segala penjuru negeri, justru sarjana satu ini yakni Umar Haen malah sibuk merilis album perdananay. Setelah mengalami proses penggodokan selama satu tahun akhirnya karya mutakhir berjudul “Gumam Sepertiga Malam” ini akan dirilis pekan ini. Dilepas di bawah naungan Akik Rekords, sebuah label rekaman independen hasil kerjasamanya dengan Buku Akik berbasis di Yogyakarta, album ini berisikan 9 lagu. Semuanya diciptakan oleh Umar Haen sendiri di sela-sela kesibukannya menjadi mahasiswa di kota gudeg. Judulnya sendiri dipilih untuk menggambarkan segala kegelisahannya di masa muda, mulai dari keresahan akan buku, pesta hingga asmara. Penuturannya yang lugas akan berbagai hal yang dialaminya bisa disimak dalam lirik-lirik tentang alkohol, percintaan yang tidak stabil, masa depan yang tidak pasti, hingga pendidikan yang tidak menjamin kualitas manusia, sampai rasa rindunya pada kampung halaman. Singkat kata, hal-hal ini juga pasti dialami oleh berbagai anak muda yang berada di usia 20-an.
Uniknya, penonton akan ditarik biaya selepas pertunjukkan, yang artinya bila penampilan Umar Haen jelek, cukup mengeluarkan uang sebesar kamu membayar pengamen di angkringan tugu. Apabila memuaskan, maka apresiasi yang pantas bisa kamu berikan untuk menyokong hidup bermusik pemuda satu ini. Selain format digital, “Gumam Sepertiga Malam” dirilis dalam bentuk CD dengan lisensi Creative Commons dan akan didistribusikan di berbagai toko musik di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai acara peluncuran album dapat dilihat di Instagram @umar_haen.
- “Racau di Malam Kacau”
- “Tentang Generasi Kita”
- “Terungku Rindu”
- “Kisah Tentang Baju”
- “Kisah Kampungku”
- “Di Jogja Kita Belajar”
- “Tak Ada Nalar Menuju Rumah”
- “Dalih”
- “Nasihat Kakek: Jangan Jual Tanahmu”